[ads-post]

Perbedaan Sablon Manual, DTG dan Poliflex

Sablon Manual

Sablon manual tentu yang paling banyak diburu karena kualitas nya sudah terjamin, namun itu juga tergantung bahan atau tinta karetnya, karena ada juga pakai rubber oplosan yang tentu tidak pernah kami pakai. Sablon Manual banyak kita temukan pada distro distro disekitar kita karena hampir semua distro dan clothingan bahkan merk merk besar dunia juga memakai sablon manual. Sablon manual ini termasuk blok atau flat, raster atau sparasi dengan tinta rubber matsui, plastisol, glow in de dark, flocking, discharge dll.


Sablon DTG

DTG adalah singkatan dari Direct To Garment Prints sesuai namnya DTG melalui proses sablon printing, kelebihan memakai DTG adalah selain cepat pewarnaan sesuai data atau gambar yang ingin kita sablon tanpa dihitung berapa pun warnanya. kekurangn DTG itu tidak seawet manual, itu tergantung mesin printernya juga, bahkan di Indonesia hanya ada beberapa kota saja dan beberapa tempat yang memakai DTG kualitas sangat baik dan itu pun harga jasa printingnya berbeda dengan kebanyakan DTG.

Sablon Poliflex

Untuk kategori Sablon Poliflex ini juga termasuk yang lumayan disukai, karena prosesnya bisa lebih cepat, kekurangannya adalah untuk warna yang sangat terbatas, kebanyakan adalah untuk sablon Typography atau logo logo sederhana, untuk kategori artwork tetntu memakai Sablon Poliflex sangat rumit karena proses Sablon Poliflex bahannya memakai polyplek dengan sisitim cutting.


Sablon Manual, Sablon DTG, Sablon Polyflex, Sablon Manual Satuan, Sablon DTG Satuan, Sablon Polyflex Satuan,



powered by : C2 LABS

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.